Senin, 24 Maret 2014

GIB Ikut Ngopi Bareng Salah Satu Partai Lokal di Aceh


Laporan: Rahmat Hidayat Al-Hafidz

Rabu malam, 19 Maret 2014, beberapa anggota Gam Inong Blogger (GIB) menghadiri acara obrolan santai atas undangan dari Komite Pemenangan Partai Aceh (Bapilu) Banda Aceh. Acara obrolan santai tersebut berlangsung di NA Coffee di Jalan Teungku Daud Beureueh Banda Aceh. Anggota GIB yang hadir antara lain; Hijrah Saputra, Citra Rahman, Ihan Nurdin, Rahmat Hidayat Al-Hafidz, Azizah, dan Adhiyatsyah. Sedangkan dari KPPA Banda Aceh dihadiri langsung oleh Ketua KPPA-nya yaitu bang Nurul Kamal. Belakangan hadir Ari Kusmed Saputra, Kepala Sekretariat KPPA Banda Aceh.


Bincang-bincang yang dimulai sekitar pukul delapan lewat itu membicarakan banyak hal tentang dinamika sosial dan politik di Aceh. GIB sendiri menyambut baik inisiatif diskusi dari Partai Aceh tersebut. Dari diskusi ini, kami selaku blogger Aceh jadi banyak tahu tentang visi dan misi partai ini. Ketua KPPA, Nurul Kamal juga menyinggung soal nilai APBA yang terus bertambah sejak Aceh dilanda konflik. Padahal sebelumnya nilai APBA untuk Aceh sangat rendah. Malah pernah mendapat hanya Rp 60 miliar.

Kondisi ini menurutnya jadi pertanyaan besar, mengapa setelah konflik pemerintah pusat mau mengucurkan dana besar untuk Aceh? Mengapa ini tidak dilakukan sebelum masa-masa konflik terjadi di Aceh? Aceh hanya mendapat jatah di bawah Rp 1 triliun. Dari sinilah, Nurul Kamal menambhakan, melihat seperti ada sesuatu yang aneh karena semenjak adanya MoU Helsinki, dana APBA terus bertambah dari tahun ke tahun. 

Dengan adanya power yang dipegang oleh pemerintah Aceh sendiri, perubahan di segi pendidikan juga sudah ada. Terbukti beberapa universitas di daerah bisa dinegerikan. Sehingga untuk belajar di perguruan tinggi tidak harus ke Banda Aceh. Sekarang sudah ada Universitas Samudera di Langsa, Universitas Malikussaleh di Lhokseumawe. Namun, ia juga sangat menyesalkan akan kemunculan caleg sekarang yang tidak tahu akan adanya visi MoU Helsinki. Sementara PA sendiri tetap terus memperjuangkan butir-butir kesepakatan international tersebut terwujud.

Dalam kesempatan itu, pihak Gam Inong Blogger juga menyarankan agar adanya keterbukaan informasi dari PA. Sayang sekali bila ada visi yang bagus bagi rakyat dan juga banyaknya perubahan, tapi masyarakat tidak tahu. Dari segi keterbukaan informasi, Gam Inong Blogger melihat bahwa kepemimpinan Aceh sebelumnya lebih terbuka kepada media dari pada yang sekarang. Hal ini menjadi kelemahan PA sendiri yang memunculkan gap dengan publik terhadap informasi. Gam Inong Blogger sangat menyarankan adanya media sendiri dari PA dan juga adanya hubungan baik dengan pihak media di Aceh.*


Banda Aceh, 24 Maret 2014

2 komentar:

  1. sip...percepatan kemajuan suatu daerah bisa dicapai dengan sinergi dengan banyak pihak

    BalasHapus
  2. Semoga tidak sekadar janji ya :)

    BalasHapus