Senin, 31 Maret 2014

Teladan dalam Berkarya: Inspirasi Dua Tokoh Pembangunan Kota Banda Aceh

Tulisan: Azhar Ilyas.

Berpulangnya dua tokoh yang selama ini mencurahkan segenap darma bakti mereka bagi pembangunan negeri dalam waktu yang hampir bersamaan adalah sebuah rasa kehilangan yang teramat mendalam. Atas prakarsa teman-teman komunitas Gam Inong Blogger (GIB) yang bermaksud menyumbangkan tulisan di blog masing-masing, tulisan ini saya apresiasikan terhadap karya nyata para tokoh pembangunan kota Banda Aceh, ibukota Provinsi Aceh yang banyak menginspirasi kita semua.

Ir. Mawardy Nurdin, M.Eng.Sc, yang lahir di Sigli, 30 Mei 1954 adalah teknokrat alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1978 dan Magister Engineering di Universitas New South Wales, Sidney pada tahun 1990. Setelah menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Banda Aceh pada tahun 2005 hingga 2006, Ir. Mawardy terpilih dua kali berturut-turut sebagai Walikota Banda Aceh bersama wakilnya Illiza Sa'aduddin Jamal pada Pemilukada tahun 2006 dan 2012. Pernah menjabat sebagai Ketua Bapedalda Aceh semenjak tahun 2001 - 2003, Ir. Mawardy kemudian dipercaya sebagai Kepala Dinas Perkotaan dan Pemukiman Provinsi NAD dari tahun 2003 - 2005. Beliau juga pernah dipercaya sebagai anggota Exco PSSI.


  
whostalking.com

Sementara Ir. Zahruddin, M.Si pernah menjabat Kepala Bappeda dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Banda Aceh sebelum diangkat menjadi Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Aceh belum genap setahun silam. Insinyur alumnus Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara yang juga aktif di berbagai kegiatan kepemudaan dan pernah menjadi Direktur Utama klub sepakbola Persiraja Banda Aceh ini bersahabat dekat dengan Walikota Mawardy baik dalam pekerjaan maupun kesehariannya.


  
tgj.co.id

Sebagian di antara karya yang sangat kreatif yang telah mereka persembahkan adalah penataan infrastruktur jalan di persimpangan-persimpangan jalan raya Kota Banda Aceh. Saya kemudian teringat pada pemaparan Ir. Zahruddin saat menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Banda Aceh dalam sebuah acara Talk Show di Aceh TV beberapa tahun silam. Dengan penataan kawasan persimpangan tersebut, yang ditandai pembangunan jalur tambahan melengkung yang mempermudah pengendara yang ingin berbelok ke kiri secara langsung, sangat bermanfaat bagi pengguna jalan raya.

Adanya jalur tersebut telah mengurangi banyak sekali potensi kecelakaan lalu lintas di samping mencegah timbulnya kemacetan. Pola ini disusul dengan perbaikan drainase yang mengatasi masalah genangan 
air di jalan raya yang kerap terjadi manakala hujan deras mengguyur kota Banda Aceh. Sejumlah taman turut dibuat untuk memperindah titik-titik persimpangan dan sejumlah ruas jalan di kota Banda Aceh. Penataan kawasan persimpangan tersebut hanyalah satu dari sekian banyak karya nyata lainnya yang tak terbayangkan telah mempercantik kota Banda Aceh setelah luluh lantak dihantam gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 silam.

Sebuah testimoni menarik dikemukakan keluarga dari pekerja LSM di masa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca tsunami yang mengaku lebih nyaman tinggal di Banda Aceh dibandingkan dengan Jakarta--yang sudah sumpek akibat kemacetan. Begitupun, Walikota Mawardy sempat mengajukan usulan untuk memperluas wilayah kota Banda Aceh, lantaran kota ini tergolong memiliki wilayah yang tergolong kecil terutama bila dibandingkan dengan wilayah kota lainnya di 
Indonesia. Hal tersebut semata-mata dalam rangka membangun kota Banda Aceh sesuai visinya yaitu menjadi Bandar Wisata yang Islami.



Masjid Raya Baiturrahman
id.wikipedia.org


Sosok Mawardy Nurdin dikenal sebagai seorang yang sangat menjaga kedisiplinan, pemimpin yang tepat waktu serta disayangi kolega maupun stafnya oleh karena karakter dan prestasi-prestasinya. Sejumlah penghargaan Adipura antara tahun 2009 hingga 2013 (terakhir kali memperolehnya pada tahun 1995) hanyalah sebuah contoh dari prestasi gemilang yang diperoleh semasa kepemimpinan beliau yang sangat visioner. 

Belum lagi jika kita membahas kesuksesan pelaksanaan Visit Banda Aceh Year 2011, terpilihnya kota Banda Aceh oleh PBB sebagai 'model city' untuk disaster risk reduction, penataan sejumlah tempat wisata seperti Taman Sari, Putroe Phang dan kawasan pantai Ulee Lheue, pengerukan Krueng Aceh dalam rangka pembangunan transportasi air yang merupakan pengerukan sungai pertama di Indonesia, pembangunan sejumlah ruang terbuka hijau dan masih banyak lagi.

Tidak heran pada tahun 2011 kota Banda Aceh meraih gelar Juara I bidang penataan ruang dan juara II Subbidang Bina Marga (jalan). Sementara sang sahabat yang juga pernah sekian lama berada di jajaran stafnya, Ir. Zahruddin, disebut-sebut juga sangat berjasa dalam membuka jalur lintas tengah Aceh di akhir masa jabatannya sebagai Kepala Dinas Bina Marga Aceh.



Logo Visit Banda Aceh Year 2011
indonesia.travel


  
Festival Peunayong dan Krueng Aceh 2011
nelva-amelia.blogspot.com


Aceh telah sangat kehilangan akan dua putera terbaiknya dalam saat yang hampir bersamaan. Kedua tokoh yang banyak menyumbangkan karya nyata dalam pembangunan infrastruktur provinsi Aceh serta menjadi teladan yang senantiasa menjaga hubungan yang harmonis baik dalam memegang amanah sebagai pejabat maupun dalam keseharian mereka di keluarga dan masyarakat. Semoga dapat kami teruskan semangat dan pengabdian keduanya dalam mempersembahkan yang terbaik bagi agama dan tanah air tercinta.

Sebuah puisi dari W.S. Rendra yang entah disengaja tampil di halaman harian Serambi Indonesia yang memuat ucapan belasungkawa atas meninggalnya kedua tokoh pembangunan infrastruktur kota Banda Aceh tersebut saya tampilkan sebagai penutup. Selamat jalan dua tokoh pembangunan kami, dua insinyur yang harum nama dan karya-karyanya dalam sanubari. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun.



Kesadaran adalah matahari
Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala

Dan perjuangan
Adalah perlaksana kata-kata

(Paman Doblang - W.S. Rendra )




Banda Aceh, 11 Februari s.d. 12 Maret 2014
Azhar Ilyas
beumeutuah@gmail.com
http://nowayreturn.blogspot.com/2014/02/teladan-dalam-berkarya-inspirasi-dua.html


Sumber-sumber: 

Banda Aceh Bangun Transportasi Air,http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/03/26/6/141386/Banda-Aceh-Bangun-Transportasi-Airdiakses pada 15 Februari 2014.

Bapak Pembangunan Banda Aceh Itu Telah Pergi,http://www.ferhatt.com/2014/02/bapak-pembangunan-banda-aceh-itu-pergi.html, ditulis oleh Ferhat, diakses pada 14 Februari 2014.

Kepala Dinas Bina Marga Aceh Meninggal Dunia,http://atjehpost.com/articles/read/265/Kepala-Dinas-Bina-Marga-Aceh-Meninggal-Duniaditulis oleh Murdani Abdullah, diakses pada 14 Februari 2014. 

Mengenal Sosok Mawardy Nurdin, http://www.ajnn.net/2014/02/mengenal-sosok-mawardi-nurdindiakses pada 14 Februari 2014.

Pemerintah Aceh Mulai Bangun Jalan Lintas Tengah Senilai Rp 2,5 Triliun,http://lintasgayo.co/2014/01/27/maret-2014-pemerintah-aceh-mulai-bangun-jalan-lintas-tengah-senilai-rp25-triliun,, ditulis oleh Ari Ranto, diakses pada 20 Februari 2014.

Selamat Jalan Bapak Pembangunan Banda Aceh,http://hijrahheiji.blogspot.com/2014/02/selamat-jalan-bapak-pembangunan-banda.html, ditulis oleh Hijrah Saputra Yunus, diakses pada 14 Februari 2014.

Walikota Mawardy dalam Pandangan Anak Muda Banda Aceh,http://atjehpost.com/articles/read/297/Wali-Kota-Mawardy-Dalam-Pandangan-Anak-Muda-Banda-Aceh, ditulis oleh Ihan Nurdin, diakses pada 11 Februari 2014.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar