Selasa, 01 April 2014

Orang Sederhana Bisa Menggenggam Dunia

Tulisan: Yusniar Yuzie

Kata banyak orang, orang sederhana itu menarik. Namun tidak sedikit yang mengatakan kalau orang sederhana itu menyebalkan. Percaya atau tidak?  Tanpa modal yang besar, orang sederhana bisa mengenggam dunia.

Sekilas memang orang sederhana terlihat punya kelebihan. Kelebihan yang paling krusial biasanya, kita sering memaafkan kesalahan orang sederhana. Betul, tidak? Kita sering tidak jadi marah, kita sering tidak jadi kesal, hanya gara gara dia punya sifat sederhana. Hanya dengan senyumnya, kita bisa meleleh. Banyak seperti itu. Di kantor misalnya, kita tidak jadi marah ketika pimpinan kita terlambat meeting, kita juga tidak jadi marah ketika ada salah satu guru kita terlambat masuk kelas. Hanya karena selama bersama, kita tau sifatnya yang sederhana. Mereka telah mencuri hati kita dengan kesederhanaannya.

Pernahkah anda bertemu dengan orang seperti ini? Bukan hanya dandanannya tapi juga cara bicaranya. Dia bukan orator, bukan ahli berpidato tetapi selalu menarik perhatian. Dan yang lebih menyebalkan adalah mudah sekali baginya menarik simpati orang banyak tanpa perlu pendekatan yang berlebihan. 


Kalau begitu, apakah anda sepakat jika  kesederhanaan adalah jurus pamungkas memenangkan persaingan...?

Pamungkas atau tidak, jurus ini sedang nge-trend.  Ini lah yang sedang digadang-gadang oleh para politikus kita di negeri ini. Sosok Jokowi mendadak terkenal, rakyat Jakarta mendadak simpati pada Jokowi. Kemudian melebar ke seantero negeri ini. Jokowi diprediksi bisa menjadi pemenang pada pemilu 2014 hanya karena sosok seperti Jokowi telah memiliki package yang sederhana. Sosok yang dirindu-rindukan selama ini. 

Terlepas tulus atau tidak, atau sekedar seperti Cinta Laura yang akan terus disuruh management-nya berbicara dengan logat kebule-bulean atas dasar different--punya ciri khas dalam menarik simpati publik--namun kembali kepada Jokowi, jika Jokowi bisa memenangkan pemilu tentu para capres lain kesal setengah mati. 

Inilah yang saya sebut tadi ORANG SEDERHANA ITU MENYEBALKAN. Politisi mendadak ingin menyerupai Jokowi, ya paling tidak mirip sedikitlah.. Hasilnya, mereka  menjadi seolah-olah bersahaja. Mereka terpaksa berpura-pura atau mereka terpaksa harus berubah untuk tampil di televisi dengan format merakyat habis-habisan. Sampai-sampai mereka terjun langsung menjadi orang miskin, tetapi tetap ya... jangan lupa kamera. Kegiatan harus diekspos apalagi sampai dibuat tayangan khusus. Parah sekali. Mereka lupa, orang sederhana tidak banci kamera.  

Mereka yang mengejar kamera berbeda dengan kamera yang mengejar mereka. Deal?

Begitulah fenomena saat ini. Orang sederhana sedang dicari. Kalau begitu, buru-buru banyak orang ingin segera menjadi sederhana. Pertanyaannya adalah:

Apa bisa sifat kesederhanaan itu dibentuk?

Pasti bisa. Pasti bisa. Namun satu yang pasti,  tidak bisa instan. Bayangkan jika Syahrini mendadak tidak cetar membahana lagi. Tidak bling-bling lagi. Ini pasti akan lucu. Diketawain !! Menjadi sederhana merunut kepada histori kita, juga track record yang telah kita buat selama ini dan ini berhubungan sekali dengan perilaku. Oleh karena itu butuh proses yang berhubungan dengan hati.

Menurut Profresor H. M. Imam Suprayogo, beliau mengatakan begini, hidup sederhana bukan perkara gampang. Tidak sedikit orang yang sekedar hidup sederhana tidak mampu. Hati mereka selalu mengajak untuk meraih dan menampakkan lebih dari yang lain. Rupanya kesederhanaan itu berawal dari hati. Orang yang hatinya mengajak hidup berlebih, maka tidak mudah memenuhi tuntutan masyarakat agar hidup sederhana. 

Oleh karena itu, agar seseorang bisa hidup sederhana, maka yang harus ditata terlebih dahulu adalah hatinya. Sebab kesederhanaan juga tidak bisa dipaksa-paksa, atau dilakukan dengan kepura-puraan. Hidup sederhana harus berangkat dari hati yang ikhlas dan jauh dari semangat riya apalagi sombong. Dan itu membutuhkan waktu untuk berproses. 

Coba kita kembali lagi melihat apa yang terjadi di sekitar kita saat ini. Kesederhanaan sering memenangkan persaingan. Apapun jenis pertandingannya. Apapun jenis permainannya. Meskipun hanya untuk sekedar mencari pacar. Hehe..(para laki laki bisa berbangga dan berterimakasih karena Jokowi telah memunculkan image laki laki sederhana bisa menggenggam dunia. ^_^)

Terakhir saya ingat kata-kata dari seorang teman, di atas langit masih ada langit, namun siapakah yang mampu mengalahkan kesederhanaan....

Diatas orang pintar, masih ada orang yang lebih pintar. Namun kesederhanaan akan tetap berada di atas. Tak tertandingi...
 #############


Yusniar Yuzie
Dipublikasikan pada blog-nya pada 27 Maret 2014

1 komentar: